the reason why

May 12, 2006

Kandungan amonia dan nitrit pada limbah domestik

Anggia Fatmawati (anggia (at) grahaniaga.co.id) di milis K3_LH memberikan sharingnya tentang masalah bagaimana cara menurunkan kandungan amonia & nitrit pada limbah domestik, beliau mengatakan :

Kandungan amonia pada air limbah domestik dapat turun apabila sistem treatment atau pengolahannya benar.
In case di gedung saya. Kebetulan saya pengelola gedung di salah satu gedung di sudirman.
Pengolaan limbah domestik yang kami gunakan sistem pengolahan biologis dengan menggunakan “Aktif Sludge

Treatment yang dilakukan digedung kami:

- Air limbah ditampung di Bak Penampungan
- Air limbah dilanjutkan ke Bak Aerasi, Sistem Pengudaraan, (bakteri yang ada di air limbah di aktifkan kembali agar dapat menguraikan pollutan yang ada pada air limbah)
- Air Limbah di endapkan di Bak Sedimentasi (pengendapan, untuk memisahkan antara air limbah dengan sludge)
- Air limbah yang sudah di sedimentasi di lanjutkan ke Bak Intermediet, (Bak penampungan air limbah yang sudah di sedimentasi)
- Sedangkan lumpur dari hasil proses pengendapan di tampung di Sludge Storage, yang nanti nya akan disalurkan ke Bak Aerasi kembali, untuk membatu proses penguraian pollutan2 yang ada pada air limbah.
- Air limbah dari Bak Intermediet di lanjutkan ke Sand Filter, fungsinya untuk mengyaring partikel2 halus yang terdapat pada air
- Dilanjutkan ke Carbon Filter, fungsinya untuk menghilangkan bau
- Lalu ke Bak Treated (air limbah dicampurkan chlorine agar air limbah lebih jernih dan terbebas dari bakteri).

Apabila treatment sudah dapt dilakukan dengan baik, didukung dengan sistem dan peralatan pengelolaan air limbah itu sendiri, Maka dengan sendirinya kakdar amonia akan turun dengan sendirinya.

Sebelumnya gedung saya juga mempunyai masalah dengan kadar amoniak yang tinggi, disebabkan sistem aerasi yang kurang baik sehingga bakteri dari air limbah banyak bermunculan. Dan menimbulkan bau yang tidak sedap. Kadar amonia tinggi.

Setelah kami perbaiki sistem aerasi dari pengolahan limbah tersebut, kadar amoniak digedung kai langsung menurun drastis.

August 16, 2005

Dibalik Lembutnya Es Krim

Saya sebenarnya tertarik tulisan-tulisan yang berbau kimia terapan / aplikatif
salah satu penulis favorit saya adalah mantan dosen pembimbing saya, yaitu Pak Ismunandar (ismu at chem.itb.ac.id)
salah satunya tulisan dibawah ini, yang dimuat di harian kompas.

Membayangkan es krim akan terbayang kelembutan dan ke-yummy-an rasanya. Untuk membuat dan menyimpan es krim sehingga kelembutan dan rasa yummy-nya terpelihara, kuncinya adalah kimia. Tanpa sifat koligatif larutan atau sifat-sifat koloid tidak mungkin es krim lezat bisa diproduksi.

Struktur dan kandungan es krim

Es krim tidak lain berupa busa (gas yang terdispersi dalam cairan) yang diawetkan dengan pendinginan. Walaupun es krim tampak sebagai wujud yang padu, bila dilihat dengan mikroskop akan tampak ada empat komponen penyusun, yaitu padatan globula lemak susu, udara (yang ukurannya tidak lebih besar dari 0,1 mm), kristal-kristal kecil es, dan air yang melarutkan gula, garam, dan protein susu

Es krim bila dilihat dengan mikroskop, lihat skala di gambar kiri 100 mikrometer. Di gambar kanan dalam skala yang lebih besar diperlihatkan komponen-komponennya: kristal es (warna biru-C), gelembung udara (A), gumpalan lemak (F), dan larutan yang mengandung gula, garam, dan protein susu (S, kuning).

Berbagai standar produk makanan di dunia membolehkan penggelembungan campuran es krim dengan udara sampai volumenya menjadi dua kalinya (disebut dengan maksimum 100 persen overrun). Es krim dengan kandungan udara lebih banyak akan terasa lebih cair dan lebih hangat sehingga tidak enak dimakan.

Bila kandungan lemak susu terlalu rendah, akan membuat es lebih besar dan teksturnya lebih kasar serta terasa lebih dingin. Emulsifier dan stabilisator dapat menutupi sifat-sifat buruk yang diakibatkan kurangnya lemak susu dan dapat memberi rasa lengket.

Alat pembuat es krim

Nancy Johnson dari Philadelphia adalah orang yang pertama menciptakan alat pembuat es krim. Alat yang ia ciptakan adalah ember dari kayu yang di dalamnya ada wadah lebih kecil dari logam. Wadah logam ini dapat diputar dengan menggunakan pedal. Ruang di antara wadah kecil dan ember kayu diisi dengan campuran es dan garam. Alat-alat yang modern saat ini pun masih menggunakan prinsip yang sama (more…)